![]() |
| Foto: Ubba Kabelen |
Homa – Area bekas tambang galian C yang berada di wilayah administrasi Desa Homa, tepatnya di Dusun Riangpao, kini dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber material bangunan. Warga setempat memanfaatkan lokasi yang sebelumnya digali menggunakan alat berat tersebut untuk menambang dan mengumpulkan kerikil pecah yang banyak dibutuhkan untuk berbagai pekerjaan konstruksi.
Setiap hari, sejumlah warga terlihat bekerja di lokasi dengan menggunakan peralatan sederhana untuk mengumpulkan dan memilah material batuan yang tersedia di area bekas galian. Material yang diperoleh kemudian dipecah menjadi ukuran yang sesuai untuk kebutuhan pembangunan rumah tinggal maupun pekerjaan rabat jalan di berbagai desa sekitar.
Menurut warga, keberadaan area bekas tambang tersebut memberikan peluang ekonomi tambahan bagi masyarakat. Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangunan sendiri, kerikil pecah yang dihasilkan juga dijual kepada warga lain yang sedang membangun rumah atau melaksanakan pekerjaan infrastruktur skala kecil.
Material di lokasi ini masih cukup banyak dan kualitasnya juga baik untuk campuran beton maupun rabat jalan. Banyak warga datang membeli untuk kebutuhan pembangunan rumah, ujar salah seorang warga yang bekerja di lokasi tersebut.
Kerikil pecah hasil pengolahan masyarakat dijual dengan harga sekitar Rp20.000 per karung. Sementara itu, untuk pembelian dalam jumlah besar, material tersebut dipasarkan dengan harga sekitar Rp500.000 per meter kubik. Harga tersebut dinilai masih terjangkau oleh masyarakat yang membutuhkan bahan bangunan untuk berbagai keperluan konstruksi.
Keberadaan sumber material lokal ini membantu masyarakat memperoleh bahan bangunan tanpa harus mendatangkannya dari lokasi yang lebih jauh. Dengan demikian, biaya transportasi dapat ditekan dan kebutuhan pembangunan dapat dipenuhi dengan lebih mudah.
Selain mendukung pembangunan rumah tinggal, kerikil pecah dari lokasi tersebut juga banyak digunakan untuk pekerjaan rabat jalan lingkungan dan berbagai proyek swadaya masyarakat. Material tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam pembangunan infrastruktur dasar yang terus berkembang di wilayah sekitar.
Warga berharap pemanfaatan area bekas tambang dapat terus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Namun demikian, mereka juga menyadari pentingnya memperhatikan aspek keselamatan kerja dan pengelolaan lingkungan agar aktivitas pengambilan material tidak menimbulkan dampak negatif bagi kawasan sekitar.
Tokoh masyarakat setempat menilai bahwa pemanfaatan kembali area bekas galian merupakan bentuk pengelolaan sumber daya yang memberikan nilai tambah bagi warga. Dengan memanfaatkan material yang tersedia, masyarakat tidak hanya memperoleh penghasilan tambahan, tetapi juga mendukung kebutuhan pembangunan di desa-desa sekitar.
Keberadaan area bekas tambang galian C di Dusun Riangpao saat ini menjadi salah satu sumber material bangunan yang cukup penting bagi masyarakat. Di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan rumah dan infrastruktur desa, aktivitas pengumpulan dan penjualan kerikil pecah memberikan manfaat ekonomi sekaligus membantu memenuhi kebutuhan konstruksi masyarakat secara lebih mudah dan terjangkau.

